Sabtu, 28 Maret 2009

Grafik Dan Analisis Pergerakkan Saham United Tractor Tbk




Grafik Pergerakan Harga Saham Perusahaan United Tractors,Tbk

Analisis pergerakan harga saham :

Dari grafik di atas, dapat dijelaskan pergerakan harga saham dan volume perdagangan saham United Tractors,Tbk sebagai berikut:
Grafik pergerakan saham diatas dapat dilihat bahwa kondisi pergerakan saham dari perusahaan United Tractors,Tbk mengalami perubahan yang sangat fluktuatif dari 1 Juli 2008 sampai 27 Februari 2009. Secara umum, dapat dilihat bahwa tingkat return pasar sangat fluaktif, hal ini disebabkan IHSG yang sedang mengalami gejolak akibat indeks regional dan indeks global. Pergerakan return pasar dan return saham terus mengalami naik turun. Keadaan pasar yang sedang tidak stabil ini menimbulkan resiko yang cukup besar tehadap pasar modal dan juga saham UNTR. Return pasar akan mempengaruhi pergerakan return saham UNTR yang juga sangat fluktuatif.
Bila harga saham UNTR mengalami kenaikan, maka return saham UNTR juga ikut naik, tetapi kenaikan return saham ini juga diikuti dengan naiknya tingkat resiko yang lebih besar pada saham tersebut, sehingga investor pun menjadi berhati-hati terhadap kenaikan return ini mengingat keadaan indeks regional yang belum stabil. Naiknya IHSG dipicu oleh saham-saham pertambangan dengan terus melonjaknya harga komoditas pertambangan, terutama batubara dan UNTR ikut termasuk dalam saham-saham pertambangan tersebut karena UNTR telah mengakuisisi perusahaan pertambangan batubara.
Sepinya transaksi dalam pasar modal yang mengakibatkan IHSG cenderung negatif, berpengaruh terhadap permintaan pasar pada saham perusahaan United Tractors,Tbk. Rendahnya permintaan pasar dan return saham yang negatif membuat harga saham UNTR melemah.
Faktor luar yang secara langsung mengakibatkan pergerakan harga sebuah saham antara lain:
Kebijakan pemerintah.
Kebijakan pemerintah yang berkaitan langsung dengan bidang bisnis perusahaan emiten sangat berpengaruh terhadap harga saham. Misalnya kebijakan pembatalan proyek-proyek pemerintah, swastanisasi perusahaan negara dana lain-lain.

Pergerakan suku bunga.

Tingginya suku bunga merupakan pukulan bagi industri jasa perbankan dan properti. Bagi perusahaan perbankan, peningkatan suku bunga SBI tidak hanya memberikan peluang pendapatan tetapi juga merupakan faktor yang menaikan biaya usaha. Dengan kenaikan suku bunga SBI, akan sangat sulit bagi sektor perbankan untuk tidak menaikan tingkat suku bunga depositonya yang berarti harus menaikkan tingkat suku bunga kredit/pinjaman.

Fluktuasi nilai tukar mata uang.

Fluktuasi rupiah terhadap US$ bisa memberikan dampak terhadap harga saham secara individual maupun gabungan. Bila sebuah perusahaan memiliki hutang dalam satuan dolar dengan menguatnya nilai dolar terhadap rupiah secara langsung mengakibatkan kenaikan besarnya jumlah hutang. Sehingga secara langsung memberikan dampak terhadap harga saham individual emiten. Perubahan nilai tukar mata uang juga berdampak terhadap IHSG, dikarenakan banyaknya investor asing yang ikut terlibat dan investor lokal yang cenderung menggunakan strategi follower.

Rumor dan sentiman pasar.

Faktor rumor atau sentimen pasar merupakan variable yang bersifat intangible. Rumor sering kali beredar di bursa Jakarta, misalnya gosip likuidasi atau meninggal seorang pejabat atau kebijakan-kebijakan kontroversial yang mengakibatkan harga saham tertentu terkoreksi. Sedangkan sentimen pasar biasanya terbentuk karena statemen analis atau pejabat yang berkaitan langsung dengan emiten pasar modal.

Dampak kondisi pasar pada harga pasar saham.

Kondisi ini membuat sebagian investor menjadi ragu untuk masuk ke pasar saham dan sebagian lain menjadi pusing karena nilai investasinya semakin turun seiring dengan Penurunan IHSG. Salah satu yang menjadi perhatian dunia adalah kondisi buruk lembaga-lembaga keuangan Amerika Serikat (AS) yang satu per satu mulai terkuak, mulai perusahaan pembiayaan perumahan terbesar Fannie Mae and Freddie Mac, sampai yang terbaru yaitu perusahaan investasi Lehmann Brothers yang dinyatakan bangkrut setelah tidak lagi sanggup memenuhi kewajiban-kewajibannya.

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwa dalam waktu 8 bulan yaitu pada 1 Juli 2008 sampai 28 Februari 2009 pergerakan return pasar dan return saham UNTR sangat fluktuatif. Secara umum return pasar sangat berpengaruh terhadap return saham. Ketika return pasar turun maka return saham juga akan turun, dan sebaliknya. Return saham ini akan mempengaruhi tingkat resiko saham, ketika return saham naik maka tingkat resiko saham juga akan semakin tinggi dan sebaliknya. Harga saham mengalami kenaikan atau penurunan karena dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor yang menyebabkan IHSG melemah antara lain ditekan oleh indeks bursa regional dan indeks global sehingga mempengaruhi saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), menguatnya nilai mata uang asing yang membawa dampak buruk bagi perusahaan yang mempunyai hutang dalam satuan mata uang asing tersebut sehingga membuat nilai saham perusahaan tersebut menjadi turun dan. Faktor yang mempengaruhi IHSG menguat, antara lain karena turunnya harga minyak mentah dan penguatan pada sektor pertambangan dan perkebunan. Harga saham UNTR selama 8 bulan pun ikut naik turun, situasi ini membawa dampak bagi investor didalam menentukan pembelian saham dari United Tractors,Tbk. Faktor yang mempengaruhi, antara lain akuisisi yang dilakukan terhadap perusahaan pertambangan batubara, kredit yang dilakukan UNTR, dan melonjaknya harga komoditas batubara. Tetapi, keadaan pasar yang tidak stabil membuat return saham UNTR menjadi cukup peka terhadap perubahan return pasar dan saham.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar