Minggu, 26 April 2009

ANALISIS HARGA SAHAM UNITED TRACTORS, Tbk.

Profil Perusahaan

United Tractors (UT / Perseroan) berdiri pada tanggal 13 Oktober 1972 sebagai distributor tunggal alat berat Komatsu di Indonesia. Pada tanggal 19 September 1989, Perseroan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya dengan kode perdagangan UNTR, dimana PT Astra International menjadi pemegang saham mayoritas. Selain dikenal sebagai distributor alat berat terkemuka di Indonesia, Perseroan juga aktif bergerak di bidang kontraktor penambangan dan bidang pertambangan batu bara. Ketiga unit usaha ini dikenal dengan sebutan Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan dan Pertambangan.


  • Mesin Konstruksi

Unit usaha Mesin Konstruksi menjalankan peran sebagai distributor tunggal alat berat Komatsu, Nissan Diesel, Scania, Bomag, Valmet dan Tadano. Dengan rentang ragam produk yang diageniny.


  • Kontraktor Penambangan

Unit usaha Kontraktor Penambangan dijalankan melalui anak perusahaan Perseroan, PT Pamapersada Nusantara (Pama) yang didirikan pada tahun 1988.


  • Pertambangan

Unit usaha Pertambangan mengacu pada kegiatan terbaru Perseroan sebagai operator tambang batu bara melalui akuisisi PT Dasa Eka Jasatama (DEJ), anak perusahaan Pama.


BOARD OF COMMISSIONERS

Prijono Sugiarto ( Presiden Komisaris ), diangkat sejak tahun 2005.

Benjamin W.Keswick ( Wakil presiden komisaris ), diangkat sejak bulan Mei 2007.

Michael D.Ruslim ( Wakil presiden komisaris ), diangkat sejak tahun 2005.

Simon J. Mawson ( Komisaris ), Hagianto Kumala ( Komisaris ) diangkat sejak Mei tahun 2007.


Vision & Mision

Visi United Tractors

Menjadi perusahaan kelas dunia berbasis solusi di bidang alat berat, pertambangan dan energi, untuk menciptakan manfaat bagi para pemangku kepentingan.


Misi United Tractors

Menjadi perusahaan yang :

  • Bertekad membantu pelanggan meraih keberhasilan melalui pemahaman usaha yang komprehensif dan interaksi berkelanjutan.

  • Menciptakan peluang bagi insan perusahaan untuk dapat meningkatkan ststus sosial dan aktualisasi diri melalui kinerjanya.

  • Menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui tiga aspek berimbang dalam hal ekonomi, sosial dan lingkungan.

  • Memberi sumbangan yang bermakna bagi kesejahteraan bangsa.


Anak Perusahaan dan perusahaan afiliasi

Saat ini grup PT United Tractors Tbk memiliki sepuluh perusahaan termasuk anak perusahaan dan perusahaan afiliasi:


Analisis Grafik pergerakan Return Saham dan Return Pasar United Tractors Tbk.


Dari Grafik diatas secara umum, dapat dilihat bahwa tingkat return pasar sangat fluaktif, hal ini disebabkan IHSG yang sedang mengalami gejolak akibat indeks regional dan indeks global. Pergerakan return pasar dan return saham terus mengalami naik turun. Keadaan pasar yang sedang tidak stabil ini menimbulkan resiko yang cukup besar tehadap pasar modal dan juga saham UNTR. Return pasar akan mempengaruhi pergerakan return saham UNTR yang juga sangat fluktuatif.

Bila harga saham UNTR mengalami kenaikan, maka return saham UNTR juga ikut naik, tetapi kenaikan return saham ini juga diikuti dengan naiknya tingkat resiko yang lebih besar pada saham tersebut, sehingga investor pun menjadi berhati-hati terhadap kenaikan return ini mengingat keadaan indeks regional yang belum stabil. Naiknya IHSG dipicu oleh saham-saham pertambangan dengan terus melonjaknya harga komoditas pertambangan, terutama batubara dan UNTR ikut termasuk dalam saham-saham pertambangan tersebut karena UNTR telah mengakuisisi perusahaan pertambangan batubara.

Sepinya transaksi dalam pasar modal yang mengakibatkan IHSG cenderung negatif, berpengaruh terhadap permintaan pasar pada saham perusahaan United Tractors,Tbk. Rendahnya permintaan pasar dan return saham yang negatif membuat harga saham UNTR melemah.

HASIL ANALISIS DARI PERGERAKAN RETURN PASAR DAN RETURN SAHAM PT.UNITED TRACTORS, Tbk tanggal 1 Juli 2008 - 20 Maret 2009

  1. Untuk mengukur tingkat resiko pasar dan saham, dapat dilakukan dengan cara menghitung standar deviasi dari return pasar dan return saham. Setelah dilakukan perhitungan, maka diperoleh standar deviasi untuk return pasar adalah 0,025249044 dan standar deviasi untuk return saham adalah 0,061196794. Semakin besar standar deviasi, maka semakin tinggi tingkat resiko nya. Secara umum, dapat dilihat bahwa tingkat return pasar sangat fluaktif, hal ini disebabkan IHSG yang sedang mengalami gejolak akibat indeks regional dan indeks global. Keadaan pasar yang sedang tidak stabil ini menimbulkan resiko yang cukup besar tehadap pasar modal dan juga saham UNTR. Return pasar akan mempengaruhi pergerakan return saham UNTR yang juga sangat fluktuatif. Kepekaan return suatu saham terhadap perubahan return pasar dapat dilihat dari koefisien betanya. Semaikn besar beta, semakin peka return saham terhadap perubahan return pasar, dan semakin beresiko pula saham tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa return saham UNTR cukup peka terhadap perubahan return pasar dan cukup beresiko.

  2. Pada awal perdagangan tahun 2008, IHSG dan indeks LQ45 cenderung negatif. Hal ini terlihat dari return pasar yang negatif, return pasar yang negatif juga mengakibatkan return saham UNTR juga menjadi negatif. Sepinya transaksi dalam pasar modal yang mengakibatkan IHSG cenderung negatif, berpengaruh terhadap permintaan pasar pada saham PT. United Tractor, Tbk. Rendahnya permintaan pasar dan return saham yang negatif, membuat harga saham UNTR ditutup melemah dan turun.

  3. Kenaikan IHSG ini diikuti oleh kenaikan indeks LQ45. Kenaikan harga saham ini membuat return saham UNTR juga mengalami kenaikan yang cukup tajam dibandingkan hari sebelumnya return saham UNTR menjadi negatif setelah mengalami penurunan harga saham.

  4. Perdagangan yang membaik dalam pasar modal juga mempengaruhi transaksi saham UNTR. Return pasar yang membaik membuat return saham juga ikut membaik. Tetapi dengan return pasar dan return saham yang negatif, tingkat resiko pada saham tersebut akan lebih kecil dibandingkan ketika saham memiliki return saham yang besar.

  5. Naiknya IHSG ini dipicu oleh saham-saham pertambangan dengan terus melonjaknya harga komoditas pertambangan, terutama batubara dan UNTR ikut termasuk dalam saham-saham pertambangan tersebut karena UNTR telah mengakuisisi perusahaan pertambangan batubara PT Tuah Turangga Agung pada 9 Januari 2008. Walaupun IHSG dan harga saham UNTR mengalami kenaikan, return pasar dan return saham ternyata tidak mengalami kenaikan. Karena return pasar mengalami penurunan maka return saham juga ikut turun menjadi. Return saham yang tidak mengalami kenaikan ini membuat resiko terhadap saham tersebut menjadi lebih rendah. Hal ini bisa dimanfaatkan para investor yang ingin mendapatkan saham dengan harga yang tinggi tetapi dengan resiko yang lebih kecil.

  6. Return pasar yang membaik memberikan dampak yang baik pada return saham UNTR yang ikut naik. Menguatnya sektor perkebunan dan infrastruktur tetap tidak bisa menopang IHSG. Walaupun sebagian besar saham pertambangan menguat. UNTR juga mengalami penurunan harga saham. Return pasar menjadi negatif mempengaruhi return saham UNTR yang juga negatif .

  7. Return saham yang negatif ini membuat tingkat resiko saham UNTR mejadi lebih rendah dengan harga saham yang cukup tinggi. Tetapi, UBS Securities Indonesia memprediksikan tren IHSG ke depannya tetap baik meskipun pasar global sangat fluktuatif. Diperkirakan akhir tahun 2008, IHSG mencapai level 3.050 dengan Price Earning Ratio untuk 40 saham unggulan rata-rata 26%. Tren kenaikan IHSG ini didorong oleh sektor pertambangan dan perkebunan sehingga kedua sektor tersebut akan menjadi primadona pada tahun 2008 ini.

  8. Return saham yang turun akan membuat tingkatt resiko menjadi lebih kecil. Tetapi, return saham yang besar ini membawa tingkat resiko yang besar sehingga investor pun menjadi berhati-hati terhadap kenaikan return ini mengingat keadaan indeks regional yang belum stabil. Belum stabilnya indeks bursa regional membuat IHSG melemah. Penguatan IHSG didorong oleh sektor pertambangan, perkebunan serta turunnya harga minyak mentah dan investor mulai aktif mengoleksi saham yang berfundamental kuat. Indeks LQ45 juga hanya mengalami kenaikan yang sedikit. Untuk saham UNTR sendiri mengalami kenaikan, walaupun IHSG mengalami kenaikan tidak berarti return pasar ikut membaik.


KESIMPULAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pergerakan return pasar dan return saham UNTR sangat fluktuatif. Secara umum, return pasar sangat berpengaruh terhadap return saham. Ketika return pasar turun maka return saham juga akan ikut turun, dan sebaliknya. Return saham ini akan mempengaruhi tingkat resiko saham, ketika return saham naik maka tingkat resiko saham juga akan semakin tinggi dan bila return saham turun maka tingkat resiko saham akan lebih rendah.
Return pasar tertinggi terjadi pada tanggal 3 Nopember 2008, yaitu 0,076399852 .Untuk return saham tertinggi terjadi pada tanggal 5 Januari 2009. Pergerakan return saham dan return saham ini dipengaruhi oleh IHSG yang mengalami penguatan dan penurunan. Faktor yang menyebabkan IHSG melemah, antara lain ditekan oleh indeks bursa regional dan indeks global sehingga mempengaruhi saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Tetapi, keadaan pasar yang tidak stabil membuat return saham UNTR menjadi cukup peka terhadap perubahan return pasar dan membuat saham UNTR menjadi cukup beresiko.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar