Minggu, 10 Mei 2009

ANALISIS HARGA SAHAM UNITED TRACTORS, Tbk.

Profil Perusahaan
United Tractors (UT / Perseroan) berdiri pada tanggal 13 Oktober 1972 sebagai distributor tunggal alat berat Komatsu di Indonesia. Pada tanggal 19 September 1989, Perseroan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya dengan kode perdagangan UNTR, dimana PT Astra International menjadi pemegang saham mayoritas. Selain dikenal sebagai distributor alat berat terkemuka di Indonesia, Perseroan juga aktif bergerak di bidang kontraktor penambangan dan bidang pertambangan batu bara. Ketiga unit usaha ini dikenal dengan sebutan Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan dan Pertambangan.

1. Mesin Konstruksi

Unit usaha Mesin Konstruksi menjalankan peran sebagai distributor tunggal alat berat Komatsu, Nissan Diesel, Scania, Bomag, Valmet dan Tadano. Dengan rentang ragam produk yang diageniny.

2. Kontraktor Penambangan

Unit usaha Kontraktor Penambangan dijalankan melalui anak perusahaan Perseroan, PT Pamapersada Nusantara (Pama) yang didirikan pada tahun 1988.

3. Pertambangan

Unit usaha Pertambangan mengacu pada kegiatan terbaru Perseroan sebagai operator tambang batu bara melalui akuisisi PT Dasa Eka Jasatama (DEJ), anak perusahaan Pama.

BOARD OF COMMISSIONERS
Prijono Sugiarto ( Presiden Komisaris ), diangkat sejak tahun 2005.
Benjamin W.Keswick ( Wakil presiden komisaris ), diangkat sejak bulan Mei 2007.
Michael D.Ruslim ( Wakil presiden komisaris ), diangkat sejak tahun 2005.
Simon J. Mawson ( Komisaris ), Hagianto Kumala ( Komisaris ) diangkat sejak Mei tahun 2007.

Vision & Mision

Visi UT

Menjadi perusahaan kelas dunia berbasis solusi di bidang alat berat, pertambangan dan energi, untuk menciptakan manfaat bagi para pemangku kepentingan.


Misi UT

Menjadi perusahaan yang :

Bertekad membantu pelanggan meraih keberhasilan melalui pemahaman usaha yang komprehensif dan interaksi berkelanjutan.
· Menciptakan peluang bagi insan perusahaan untuk dapat meningkatkan ststus sosial dan aktualisasi diri melalui kinerjanya.
· Menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui tiga aspek berimbang dalam hal ekonomi, sosial dan lingkungan.
· Memberi sumbangan yang bermakna bagi kesejahteraan bangsa.



Anak Perusahaan dan perusahaan afiliasi
Saat ini grup PT United Tractors Tbk memiliki sepuluh perusahaan termasuk anak perusahaan dan perusahaan afiliasi:




Hasil Analisis Regresi

Return pasar (Rm) berdasarkan IHSG dan return saham (Ri) United Tractrors

Coefficients(a)
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) 0,004 0,001 6,451 0,000
Rm -1,002 0,009 -0,992 -106,610 0,000
a. Dependent Variable: Ri

Return pasar (Rm) berdasarkan LQ45 dan return saham (Ri) Untited Tractors

Coefficients(a)
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) 0,000 0,004 -0,085 0,932
Rm 0,461 0,144 0,236 3,207 0,002
a. Dependent Variable: Ri

y = α + βx
Ket : y = Return saham / Ri (dependent)
x = Return pasar / Rm (independent)
α = intercept
β = koefesien regresi (mewakili nilai beta)
Persamaan regresi dengan return saham Indosat dan return pasar IHSG
y = α + βx
y = 0.004 – 1.002x

Persamaan regresi dengan return saham Indosat dan return pasar LQ45
y = α + βx
y = 0.000 + 0.461 x


Analisis Return Saham, Return Pasar, dan Beta Saham Perusahaan

Untuk mengukur tingkat resiko pasar dan saham, dapat dilakukan dengan cara menghitung standar deviasi dari return pasar dan return saham. Setelah dilakukan perhitungan, maka diperoleh standar deviasi untuk return pasar adalah 6,06% dan standar deviasi untuk return saham adalah 6,12%. Semakin besar standar deviasi, maka semakin tinggi tingkat resikonya. Saham UNTR cukup beresiko karena standar deviasi nya lebih besar dari standar deviasi return pasar. Pergerakan return pasar dan return saham mengalami fluktuasi. Keadaan pasar yang sedang tidak stabil ini menimbulkan resiko yang cukup besar tehadap pasar modal dan juga saham UNTR. Untuk mengukur volatilitas return suatu saham atau portofolio terhadap return pasar maka dapat dilakukan dengan cara menghitung koefisien betanya. Dengan demikian Beta merupakan pengukur risiko sistematik dari suatu saham terhadap resiko pasar. Volatilitas dapat didefinisikan sebagai fluktuasi dari return-return suatu saham. Jika fluktuasi return-return saham bernilai 1 menunjukkan bahwa risiko sistematik suatu saham sama dengan risiko pasar. Kepekaan return suatu saham terhadap perubahan return pasar dapat dilihat dari koefisien betanya.
Koefisien beta dapat diperoleh dengan mencari koefisien regresinya. Untuk saham UNTR, koefisien regresinya dalam IHSG adalah 1.002 berarti saham UNTR memiliki beta lebih dari 1. Semaikn besar beta, semakin peka return saham terhadap perubahan return pasar,dan semakin beresiko pula saham tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa return saham UNTR cukup peka terhadap perubahan return pasar dan cukup beresiko.
Dari hasil analisis regresi dapat dilihat hubungan antara variabel dependent ( return saham / Ri ) dan variabel independent ( return pasar / Rm ) dilihat dari intercept dan koefisien variabel x (β) :
Berdasarkan persamaan regresi dengan return saham PT. United Trectors,Tbk dan return pasar IHSG
Intercept sebesar 0.004 artinya bahwa tanpa adanya return pasar maka return saham adalah sebesar 0.004
Koefesien variabel x (β) sebesar -1,002 artinya bahwa return pasar mempunyai pengaruh negatif terhadap return saham, yaitu jika return pasar turun 1 %, maka akan mengakibatkan return saham turun sebesar -100,2 %

Berdasarkan persamaan regresi dengan return saham PT. United Tractors, Tbk dan return pasar LQ45
o Intercept sebesar 0.000 artinya bahwa tanpa adanya return pasar maka return saham adalah sebesar 0.000
o Koefesien variabel x (β) sebesar 0.461 artinya bahwa return pasar mempunyai pengaruh positif terhadap return saham, yaitu jika return pasar naik 1 %, maka akan mengakibatkan return saham naik 46,1 %



Pada awal perdagangan tahun 2009, IHSG dan indeks LQ45 cenderung negatif. Hal ini terlihat dari return pasar yang negatif pada tanggal 7 Januari 2009, yaitu -5,50%. Sepinya transaksi dalam pasar modal yang mengakibatkan IHSG cenderung negatif, berpengaruh terhadap permintaan pasar pada saham PT. United Tractor, Tbk.
Saham UNTR juga ikut terkena dampak dari indeks global yang menyeret indeks di BEI. Tetapi dengan return pasar dan return saham yang negatif, tingkat resiko pada saham tersebut akan lebih kecil dibandingkan ketika saham memiliki return saham yang besar. Return pasar yang membaik memberikan dampak yang baik pada return saham United Tractors yang ikut naik dan sebaliknya bila turun maka akan memberikan dampak buruk. Kenaikan laba bersih dan penjualan bersih perusahaan yang cukup besar menarik minat para investor sehingga permintaan pasar meningkat dan harga saham pun ikut naik.
Belum stabilnya indeks bursa regional dapat membuat IHSG melemah. Menurunnya bursa regional telah membawa dampak buruk bagi IHSG, pada tanggal 31 Maret 2009 IHSG ditutup pada kisaran -4,44%, sedangkan Indeks LQ45 juga ditutup dengan kisaran -5,84%.

KESIMPULAN
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pergerakan return pasar dan return saham UNTR sangat fluktuatif. Secara umum, return pasar sangat berpengaruh terhadap return saham. Ketika return pasar turun, maka return saham juga akan ikut turun, dan sebaliknya. Return saham ini akan mempengaruhi tingkat resiko saham, ketika return saham naik maka tingkat resiko saham juga akan semakin tinggi, mengikuti pergerakan yang ditunjukan oleh return saham, begitu pula sebaliknya.
Pergerakan return saham dan return saham ini dipengaruhi oleh IHSG yang mengalami penguatan dan penurunan. Faktor yang menyebabkan IHSG melemah, antara lain ditekan oleh indeks bursa regional dan indeks global sehingga mempengaruhi saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Keadaan pasar yang tidak stabil membuat return saham UNTR menjadi cukup peka terhadap perubahan return pasar dan membuat saham UNTR menjadi cukup beresiko.
Berdasarkan hasil penghitungan PT. United Tractors, Tbk. diatas dengan beta sebesar -1,002 untuk Rm berdasarkan IHSG dan 0,461 untuk Rm berdasarkan LQ45, menunjukkan bahwa saham UNTR memiliki tingkat volatility yang tidak terlalu tinggi (-1,002 < ri =" Return" rm =" Return">a. Dependent Variable: Ri






Regression
Ri = Return saham Indosat
Rm = Return pasar (LQ45)
Variables Entered/Removed(b)
Model Variables Entered Variables Removed Method
1 Rm(a) . Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: Ri

Model Summary
Change Statistics
R Square Change F Change
1 0.236 0.055 0.050 0.0596441 0.055 10.283
a. Predictors: (Constant), Rm

ANOVA(b)
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Regression 0.037 1 0.037 10.283 0.002
Residual 0.623 175 0.004
Total 0.659 176
a. Predictors: (Constant), Rm
b. Dependent Variable: Ri

Coefficients(a)
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) 0.000 0.004 -0,085 0.932
Rm 0.461 0.144 0.236 3.207 0.002
a. Dependent Variable: Ri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar